March 9, 2010 at 8:53 am · Filed under Aku dan Puisiku

Aku ingin melupakanmu seperti Cemara menanggalkan dahan keringnya.
Aku ingin melepasmu seperti Kura-kura kecil menggapai samudra.
Tanpa prasangka dan pura-pura.
Tanpa pretensi, berlimpah atensi.
Tanpa sumir, menisbikan sia-sia.
Alir alur alam terbenam.
Keselarasan tanpa pemaksaan.
Keniscayaan tanpa penyesalan.
Aku ingin melupakanmu seperti Melati meluruhkan wangi.
Demi pagi berseri di hati pencinta sejati.
March 6, 2010 at 7:25 pm · Filed under Keseharian, Opiniku, Sharing
Yang tak hanya efektif dan efisien, namun juga bisa berperan sebagai antarmuka [interface] untuk menembus batas. Jika Anda programmer, tentu akan mengetahui konsep parameter. Parameter adalah tampungan [konstanta, value maupun variabel] yang bisa dipertukarkan [passing] antar prosedur/fungsi/class bahkan antar aplikasi [termasuk interoperability]. Sistem passingnya bisa by value [termasuk konstanta] maupun by reference [variabel]. Dan bila Anda sepakat bahwa prosedur tak lebih dari fungsi tanpa nilai, atau sebaliknya: fungsi adalah prosedur dengan membawa nilai, maka definisi program tak lebih dari sekumpulan fungsi/prosedur. Oleh sebab itu, parameter pun bisa dipergunakan sebagai sarana pertukaran nilai di antara mereka. Inilah konsep dasar interoperability. Asal parameter dan methodnya disepakati, maka sisanya hanya penentuan jalur komunikasinya saja.
Berbeda dengan konstanta/varibel yang dideklasikan secara global, memang dia eksis di seluruh badan program, namun kebedaraannya itu akan menjadikannya tidak efektif dan efisien. Sedangkan parameter cukup dideklarasikan dalam prosedur/fungsi lokal/private saja. Dan jika hendak diperlukan oleh fungsi/prosedur/program lain, dia baru di-passing.
Hal ini mengingatkan saya akan konsep Ar-Rohman dan Ar-Rohim-NYA. Yang pertama disebar dan diberikan kepada siapa saya. Mirip dengan konsep varibel global yang bisa diambil oleh fungsi/prosedur mana saja. Sementara yang kedua hanya bagi mereka yang bterpilih. Lebih spesifik passing-nya. Untuk mendapatkan value melalui mekanisme passing parameter, tentu untuk ini butuh effort/upaya lebih dari sekedar mengambil nilai dari varibel global. Namun dampaknya bukan saja disediakannya keleluasaan di satu badan program [dunia], namun juga kesempatan berperan sebagai antarmuka/interface untuk melintas batas [antar alam kehidupan]. Inilah prinsip dasar mekanisme interkoneksi, di samping masalah jalur/media.
March 4, 2010 at 9:21 am · Filed under Aku dan Puisiku
Ketika kemarau tak lagi menanti badai kelam berawan.
Cerdik pandai tak sudi berbagi.
Kaya-raya canggung dalam enggan tertahan.
Dan sang pencinta tak lagi merindukan kekasihnya.
Tiba saatnya tunas-tunas bumi mati.
Ilmu diangkat kelangit tanpa pamit.
Cinta nelangsa terbengkalai
Dan bait-bait syair pun mubazir.
Hidup tinggallah helaan nafas, terengah tanpa hikmah.
Hasrat yang semburat tak sempat tertambat hakekat.
March 2, 2010 at 8:08 pm · Filed under Keseharian, Opiniku
Tentang aku yang terus belajar bersyukur. Jam dua belas malam kemarin, selepas guyuran hujan, aku pulang dari seorang klien. Sempat terlintas dalam benak tentang masih terjalnya jalan ke depan. Jalanan yang lengang semakin membuat suasana hati makin sendu.
Ketika melintas di daerah persawahan tanpa penerangan jalan, terhenyak ada sekelebatan bayangan putih. AstaghfiruLLAH…ternyata itu adalah dua buah karung besar yang sedang dipikul seorang bapak usia senja di gulitanya malam.
Di balik lipatan rasa, ada dialog diri yang terjadi. “Jangan berkeluh-kesah, ada yang keadaannya lebih berat darimu!” “Tapi aku bukanlah seperti bapak itu. Aku adalah orang berpendidikan. Sementara bapak itu mau melakukan pekerjaan yang ‘menyengsarakan’ itu karena keterbatasannya. Dia tak ada pilihan. ‘Kebodohannya’ yang memaksanya.”
Tiba-tiba ada suara tegas menyela: “Dungu! Kamu itu dungu sekali! Semua yang telah menimpamu selama ini tak jua menyadarkanmu kalau segala upaya dalam hidup tidak mesti dirumuskan dalam formula usaha=>hasil yang kamu sangkakan saja.”
Seketika aku menarik kembali keluh-kesahku tadi. Sebentuk tamparan dariNYA menyadarkanku. Sebentuk kedunguan yang tak bisa memahami pelajaran hakekat dari bapak tua pemikul karung putih di kelamnya gulita malam itu.
February 26, 2010 at 11:28 pm · Filed under Aku dan Puisiku

Di kala semua tak percaya,
kau bertahan tanpa diminta.
Ketika yang lain bimbang,
kau buat dada ini tetap lapang.
Saat tak ada lagi yang hirau,
lantangmu tak pernah parau.
Di waktu tak tersisa abai,
setiamu tak pernah usai.
Bersama melangkah menggapai hikmah,
walau cemooh menghujat kita telah kalah.
Bertekad yang terbaik menanti,
walau senyuman tak pernah berjanji.
Dan air mata ini pun bergulir,
atas semua tulus yang telah terhadir.
Untuk Mahasiswa Indonesia
February 24, 2010 at 9:00 am · Filed under Aku dan Puisiku
Renyah senyummu di pagi ini
Meringankan beban yang membayang
Sumringah wajahmu yang berseri
Mengusir cemas dan bimbang
Daud yang siap menantang Goliath
Menaklukan apa saja yang menghadang
Memenuhi rongga dada dengan tekad
Berdegap dalam tabuh genderang
Menjemput purnama di tepian cakrawala peradaban
Dan meletakkanya di pangkuanmu yang bergelimang kedamaian
February 22, 2010 at 9:41 pm · Filed under Opiniku, Sharing, Tahukah kamu ?, Tips 'n Tricks

The Power of Conversion. Dalam kebanyakan bahasa pemrograman, kita perlu mendeklarasikan suatu variabel beserta tipe-datanya. Agar interpreter atau compiler mengenalinya hingga mudah menanganinya, termasuk masalah kesesuaian dalam pemasangan operator dengan operan serta masalah efektivitas dan efisiensi alokasi memori.
Dalam PHP, deklarasi varibel tak dibutuhkan lagi, sebab tipe-data dari sebuah variabel akan ditentukan secara otomatis oleh PHP tergantung pada operasi yang sedang dilakukan, atau [dengan kata lain] tergantung pada operator yang dikenakan padanya.
Jika data harus disimpan dalam suatu database maka pada arsitektur/strukturnya juga diberlakukan penerapan tipe-data atas column/field/atribut. Bila gak sesuai/pas, maka akan timbul error atau pemotongan value bila berhubungan dengan tingkat ketelitian.
Padahal menurut saya, hanya satu tipe-data yang dibutuhkan baik dalam program maupun database, yaitu string/varchar/text atau turunannya memo/blob/bigtext dan seterusnya. Sebut saja: string!
Ide dasarnya sederhana, yang kita baca dan tulis itu adalah text. Text bukan saja kumpulan huruf dan tanda baca, namun juga angka. Ketika membaca angka [termasuk currency dan date] sebenarnya kita memberlakukan mereka sebagai text. Tidak lebih dan juga tidak kurang. Adapun ketika kita membutuhkan mereka dioperasikan sebagai angka, maka yang kita butuhkan adalah hanya sekedar konversi.
baca:=datetimetostr(DateTimePicker1.DateTime);
DateTimePicker2.DateTime:=strtodatetime(baca);
Begitu pula ketika data harus keluar masuk database, simpan di database hanya sebagai string, lalu konversikan sesuai dengan yang dimau dalam proses di program.
Dengan demikian deklarasi yang berkenaan dengan tipe-data suatu varibel menjadi tak penting lagi, kalau pun harus, maka sekali lagi sebenarnya hanya memerlukan satu tipe-data saja, yaitu string. Sebab hakekatnya, setelah bergumul dalam aneka proses, akhirnya toh perlu ditampilkan atau disimpan [kembali] ke database dan itu hanya butuh string saja.
Edit3.Text:=inttostr(strtoint(Edit1.Text)+strtoint(Edit2.Text));
Atau kalau dalam database:
MySQLQuery1.ParamByName(‘gaji’).AsString :=Edit1.Text;
walau pada umumnya dalam struktur tabel, kolom ‘gaji’ biasanya bertipe-data double dua decimal misalnya. Dengan demikian fokus kita hanya pada mau dioperasikan dengan bagaimana suatu operan itu.
Begitulah, adakalanya ‘kulit/tampilan lebih penting/menentukan daripada isinya/prosesnya’. Bingung? Gak usah. Hakekat itu bisa ada dimana/kapan/dengan cara apa saja, namun seringkali dia akan memamerkan keelokannya justru dalam kemudahan dan kesederhanaannya.
February 20, 2010 at 12:47 pm · Filed under Kutipan

Tahun ini tahun macan
Shio macan ramalan China
Lambang dari kekuasaan
Lambang ambisi, lambang charisma
Anda suka atau tidak
Shio macan pembawa galak
Bukan macan sembarang macan
Anda masuk macan yang mana
Macan liar yang hidup di hutan
Macan kertas gertak diatas kertas
Macan sirkus biar galak hanya mainan
Macan balsem gosok badan biar jadi panas
Macan tauco enak dimakan
Macan piaraan jangan coba diganggu
Macan kebon binatang tetap berwibawa
Macan ompong anti sikat gigi
Macan jawa tinggal lima
Buru macan ambil kulitnya
Macan galak hanyalah lambang
Shio macan ini maknanya
Tunggang macan janganlah lama
Makin lama makin beringas
Tidak turun anda kan lemas
Bia turun anda diterkam
Shio ini tebak-tebakan
Nasib orang Tuhan tentukan
BIMBO
February 19, 2010 at 8:59 am · Filed under Aku dan Puisiku

Aku hanya ingin menyapamu
Menikmati teduh matamu
Merengkuh cerah gairahmu
Menelusuri hitam rambutmu
Yang terurai jatuh di pundakmu
Aku hanya ingin menghampirimu
Mencumbui wangi tubuhmu
Mendekap agung lakumu
Menapaki lembut tuturmu
Yang mengalir di delima bibirmu
Tak berharap lembut hatimu
Yang kutahu bukan untukku
February 15, 2010 at 8:00 pm · Filed under Aku dan Puisiku, Opiniku
Salah besar kalau kau bilang aku kerbau
Hanya karena aku gemar mengigau
Salah besar kalau kau kira manuvermu kemilau
Hanya karena aku tampak galau
Walau hujan pasti datang paska kemarau
Aku hanya ingin gegas kau merantau
Pergi jauh-jauh bersama sang bangau
Melintas samudera, benua dan pulau-pulau
Menjauh dari lantangku yang mulai parau
Agar semua orang tetap terpukau
Dan aku tetap terbuai sakau
Nikmat kuasa tanpa lampau
Di sini, tanpa engkau
Next entries »