inicio mail me! sindicaci;ón

Antara Soeharto, Saya dan Anak Cucu Roy M. Suryo

Karena seringkali asumsi mengaburkan konteks. Kemarin saya mem-posting tentang meninggalnya Soeharto. Sangat tidak lengkap dan hambar. Tanpa justifikasi dan nyaris tanpa nilai reportase. Namun saya tetap berharap kelak bisa menjadi rujukan sejarah. Mungkin blog ini suatu saat nanti tak lagi ‘hidup’, tapi tembolok di Google, Yahoo, MSN dan aneka agregator blog seperti blog-indonesia.com sangat boleh jadi akan tetap eksis.

Lalu kalau memang posting ini tetap bisa diakses, akan menjadi rujukan sejarah bagi siapa ? Tentu bukan bagi Lembaga Arsip Negara, atau para ahli sejarah lainnya yang di masa lalu begitu kesulitan menemukan arsip naskah asli Proklamasi dan Supersemar yang keramat itu. Atau…lagu Indonesia Raya 3 Stanza. Yup, mungkin Anda mulai bisa menebak bahwa remah sejarah ini saya peruntukkan bagi segenap anak cucu Roy M. Suryo yang di masa depan akan menjadi pakar telematika ‘pengais jejak sejarah yang tercecer’ karena bangsa ini seringkali kehilangan konteks dalam mendudukan masalah sehingga suatu fakta sejarah menjadi sedemikian bias.

Kenapa tidak saya buatkan ulasan lengkapnya ? Karena saya tak ingin anak cucu Roy M. Suryo terlalu mudah memungutnya. Mereka harus berkelana ke banyak sumber untuk mendapatkan konteks sebenarnya penyikapan bangsa ini atas meninggalnya Soeharto seperti yang di sini dan tidak hanya pada pemaafan dan pemakluman yang sekarang banyak dikembangkan di banyak media.

Tulisan ini saya buat dengan begitu serius, walau Anda tetap bisa memandang dan menganggapnya sebagai gurauan belaka.

Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa

Leave a Comment