Semasa SD saya diperkenalkan macam-macam alat sederhana, yang dalam istilah mata pelajaran IPA SD disebut sebagai ”pesawat sederhana”, yang berguna sebagai alat bantu kerja manusia. Ada tuas/pengungkit, katrol dan roda. Dari ketiganya yang paling sederhana adalah pengungkit. Waktu itu dijelaskan bahwa prinsip dasarnya sangat mudah. Bahwa dengan membuat titik tumpu pengungkit dekat dengan benda dan jauh dari kita, maka dengan lebih ringan kita bisa mengungkit suatu benda dari pada keadaan sebaliknya (titik tumpu jauh dari benda dan dekat dengan kita), jarak ini kelak saya ketahui sebagai lengan tuas. Hanya dengan penjelasan ini lalu dipraktekkan dan tanpa rumus, saya langsung bisa menangkap prinsip kerja ”pesawat sederhana” ini.
Baru setelah menginjak SMP, rumus untuk tuas ini diperkenalkan kepada saya [T=Fd] dimana T adalah torsi, F adalah gaya yang bekerja dan d adalah lengan tuas. Dalam kondisi diam torsi resultannya sama dengan nol atau berlaku F1 d1 = F2 d2.
Menginjak SMU, saya diperkenalkan dengan vektor gaya dan resultan gaya, hingga rumus di atas berubah menjadi [Sigma T=F x d]. Ketiganya adalah vektor, makanya dicetak tebal dan x adalah perkalian silang/cross. Apabila rumus ini diberlakukan dalam gerak rotasional maka d dikenal sebagai vektor dari axis putaran ke titik di mana gaya bekerja dan lebih sering ditulis dengan simbol r. Torsi pada gerak berputar inilah yang merupakan prinsip kerja katrol dan roda yang telah di sebutkan di atas sebagai dua alat dari ”pesawat sederhana” di samping tuas/pengungkit. Kalau menurut saya hanya ada satu ”pesawat sederhana” yaitu torsi. Jika rumus [sigma F=ma] mendasari semua sistem gerak, maka [sigma T=F x d] mendasari semua alat mekanis yang ada di dunia ini.
Begitu seterusnya, rumus yang merepresentasikan prinsip kerja tuas ”pesawat sederhana ini” dikembangkan menjadi lebih kompleks untuk memecahkan masalah yang tidak lagi sederhana. Dalam bisnis, saya percaya bahwa segalanya juga berawal dari prinsip kesederhanaan. Adapun kompleksitas bisnis yang muncul sebenarnya hanyalah sekumpulan masalah sederhana yang saling kait-mengait. Jika kita bisa menarik benang merahnya, sungguh Maha Suci ALLAH yang berfirman : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 5 – 6).
Sekian Inspirasi Bisnis kita kali ini.
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa




