Kesan Pertama : Fenomena baru, dibahas lengkap
Rating : XXXXX dari XXXXX
Penulis : Thomas L. Friedman
Penerbit : DIAN RAKYAT, 2006
Resensi :
Pada tahun 1991, Friedman menerbitkan sebuah buku tentang globalisasi yang berjudul The Lexus and the Olive Three. Fenomena yang disebutnya sebagai globalisasi segera meledak, dan The Lexus and the Olive Tree adalah salah satu usaha untuk memberinya rangka. Buku ini tidak dimaksudkan menggantikan The Lexus and the Olive Thee tapi lebih pada membangun di atasnya dan mendorong argumen sebagai dunia berputar.
Columbus melaporkan pada raja dan ratunya bahwa dunia itu bulat, karenaya kemudian ia dicatat dalam sejarah sebagai orang pertama yang menemukan hal ini. Sementara itu, ketika pulang dari India dan menjumpai banyak pekerjaan Amerika yang telah berpindak ke sana, termasuk pekerjaan intelektual, Friedman baru menyadari bahwa dunia ini datar.
Menurut penulis, ada tiga tingkatan Globalisasi :
- Globalisasi 1.0. Ditandai dengan mengglobalnya negara
- Globalisasi 2.0. Ditandai dengan mengglobalnya perusahaan.
- Globalisasi 3.0. Ditandai dengan mengglobalnya individu.
Terdapat sepuluh kekuatan yang mendatarkan dunia. Akan sangat bertele-tele jika dibahas di sini, sebaiknya Anda membacanya sendiri. Di samaping itu terdapat trio konvergensi yang juga lebih baik Anda baca sendiri.
Begitu dunia mulai bergeser dari penciptaan sistem nilai yang semula vertikal (perintah dan kendali) menjadi lebih horizontal (koneksi dan kolaborasi) serta sejalan dengan itu, semakin banyak dinding, langit-langit, maupun lantai yang kita jebol, berbagai masyarakat akan menghadapi beragam perubahan besar sekaligus. Perubahan ini tidak akan hanya berpengaruh pada cara menjalankan usaha. Prubahan ini juga akan berpengaruh pada : cara individu, masyarakat, maupun perusahaan dalam menata diri; tempat perusahaan maupun masyarakat berawal atau berakhir; cara individu menyeimbangkan berbagai peran yang dijalaninya entah sebagai konsumen, karyawan, pemegang saham, atau anggota masyarakat; cara oarang menempatkan diri secara politis; serta peran pemerintah dalam mengelolala semua hal ini. Ini semua tidak akan terjadi semalam. Meskipun demikian, secara perlahan, peran, perilaku, identitas politik, maupun praktik manajemen yang menjadi kebiasaan kita dalam dunia bulat harus secara mendalam disesuaikan dengan abad pendataran. Singkatnya, menyusul setelah trio konvergensi yang telah dimulai sekitar tahun 2000, kita akan mengalami apa yang disebut oleh Frienman sebagai “seleksi akbar”.
Selanjutnya Friedmen mengulas proses pendataran ini yang terjadi di Amerika. Sudut pandang kepentingan Amerika tidak bisa disangkal dari uraiannya. Terkesan menghibur diri bahwa banyak pekerjaan intelektual yang telah dipindahkan ke Asia, baca India dan China, yang membuat kejutan pada keseimbangan ekonomi Amerika, menyebabkan perlunya bangsa Amereika mengalihkan human resource ke penguasaan kemampuan otak kanan yang lebih berkenaan dengan sentuhan seni, emosi dan pandangan yang holistik.
Pembahan berikutnya adalah fenomena dunia datr di negara sedang berkembang. Indonesia sempat disinggung sekali dn itu pun tentang yang menyedihkan. Lalu tentang pendataran di dunia usaha dan Geopolitik. Akhir buku ini ditandai dengan kesimpulan yang dia beri judul Imajinasi, yang menunjukkan pentingnya peranan imajinasi di dunia yang semakin mendatar.
Secara keseluruhan buku ini menarik, gaya penuturannya dengan metode bercerita sangat ampuh mengalihkan pembahasan materi yang sebenarnya berat menjadi ringan tanpa mengurangi maksud dan makna yang ada. Memasukkan cerita/pengalaman pribadai juga satu point menarik buku ini sehingga kita seolah sedang membaca novel dan bukan buku Bisnis/Ekonomi. Buku setebal 673 halaman ini tanpa sadar akan Anda selesaikan karena pintarnya Friedman mengalirkan ceritanya.
Image from : http://polyphase.ca
Dedicated for Light Intermutimedia
Perusahaan Software Pulsa




