Banyak maunya dan sekarang ! Hidup memang tak pernah semudah sekarang, namun juga tak pernah sesulit saat ini. Begitu banyak peluang, namun juga mengakibatkan ketatnya kompetisi. Begitu banyak penawaran pemenuhan aneka kebutuhan, tapi di sisi lain, dahaga tak kunjung menghilang. Hasrat manusia yang menuntut pemuasan telah mendesain dan membuat kehidupan kita seperti saat ini. Tiadanya tepi keinginan telah membuat kita laksana semut yang mati di timbunan gula.
Begitulah perilaku kita, perilaku kustomer dan konsumen kita. Kerap kali banyak tuntutan [termasuk minta perlakuan khusus] dan mintanya seketika. Jika kita gagal mengelola kehendak mereka dan disinkronkan dengan kapasitas dan strategi bisnis kita, maka sangat boleh jadi kita akan terpuruk pada pengembangan produk/layanan bisnis yang tampaknya benar karena sesuai dengan tuntutan konsumen, namun acak tanpa arah masa depan yang memadai. Dari waktu ke waktu terlampau sibuk mengikuti maunya konsumen yang disamping begitu banyak, beraneka dan mendesak, tanpa memperhitungkan tren laten. Kecendurangan yang tak nampak saat ini, namun sangat boleh jadi adalah realita di masa depan. Terkadang konsumen itu begitu manja dan menipu. Keinginannya saat ini belum tentu merupakan yang sebenarnya dibutuhkannya. Hasratnya saat ini bisa dengan cepat berubah arah pada masa depan. Bisa disebabkan karena memang naluri manusiawi yang berubah-ubah maunya, atau karena dasar pengetahuan yang dimiliki saat ini begitu terbatas. Dan jika kita menawarkan kemungkinan lain diluar apa yang telah diketahuinya, tiba-tiba mereka merasa begitu butuh. Bisa saja hal itu memang kebutuhan, tapi seringkali mereka tidak menyadarinya. Tiba-tiba kita butuh iPod, harus terkoneksi ke iinternet setiap saat dan seterusnya.
Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai pengelola bisnis ? Kita memang HARUS menangkap kehendak konsumen sebagai pertimbangan pengembangan bisnis, tapi juga menangkap yang hanya tersirat [tren laten], menyesuaikan dengan kemampuan kita, kita tak harus menjadi pemuas hasrat semua konsumen kita saat ini saja jika tak mau terjerembab di masa depan, ingat kita masih punya dan harus punya konsumen masa depan demi kelangsungan bisnis. Kita tidak hendak menganggap konsumen kita saat ini bodoh karena tidak mengetahui kebutuhannya sendiri yang sebenarnya, tapi tugas kita pula untuk memprediksi bahkan mendasainnya saat ini. Intinya, jangan keras kepala, perhatikan masukkan yang ada, analisa seperlunya, tawarkan bukan saja alternatif tapi juga inovasi. Berusahalah tetap sensitif dengan arah angin dan bertahan untuk selalu terjaga. Terakhir, berharaplah nasib baik menghampiri kita.
Begitulah Inspirasi Bisnis kita kali ini.
Dedicated for Light Intermultimedia
Perusahaan Software Pulsa




